> FAQs Tech
News Update
Loading...

Featured

[Featured][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Minggu, 13 September 2020

EtherChannel Cisco - GNS3

EtherChannel Cisco - GNS3


Mungkin dari kalian pernah mendengar yang namanya Etherchannel. Etherchannel merupakan teknik penggabungan beberapa jalur fisik menjadi 1 jalur logik dan bisa dibuat dengan group port (port-channel). Etherchannel ini berkaitan erat dengan Load Balance, dimana ini bisa meningkatkan throughput, memperkecil latency, dan menghidari overload pada saat trafik data berjalan.
Yang menarik dari Etherchannel ini, jika salah satu port dalam port-channel rusak / mati, port yang lain tetap mengirimkan trafik data (Faul Tolerance). Speed data juga di gabungkan dari setiap jalur port fisik. Contoh: 3 jalur port fisik masing-masing memiliki 100MBps, jika di gabungkan dengan satu jalur logikal, maka speed akan meningkat menjadi 300MBps.
Pada artikel ini, mimin akan membahas cara implementasi Etherchannel pada GNS3. bisa saja menggunakan Packet Tracer, namun ada beberapa langkah yang berbeda dengan GNS3.

Rabu, 12 Agustus 2020

Inter-VLAN Routing dengan Sub-Interface - GNS3

Inter-VLAN Routing dengan Sub-Interface - GNS3


Sesuai dengan judul, melakukan routing dengan sub-interface, sebelum lanjut kepraktikum nya. Saya akan menjelaskan apa sih Sub-Interface itu? Sub-Interface ialah interface nonfisik atau bisa dikatakan interface virtual.

sub-interface berguna untuk memudahkan kita dalam memanajemen client dengan segmen network yang berbeda-beda. Ada 4 virtual interface, yaitu: 
  • Loopback Interfaces
  • Null Interfaces
  • Subinterfaces
  • Tunnel Interfaces

Minggu, 05 Juli 2020

VPN PPTP pada MikroTik dengan Android

VPN PPTP pada MikroTik dengan Android


Hampir 2 bulan saya tidak menulis artikel dikarenakan banyak kesibukan duniawi yang membuat saya menjadi seperti vacum, oleh karena itu saya mencoba menyisipkan waktu untuk membuat artikel pada blog ini xD.

VPN (Virtual Private Network) merupakan cara untuk mengakses jaringan local dengan jarak dekat ataupun jauh. Banyak vendor yang sudah mendukung Fitur VPN, salah satunya MikroTik. MikroTik membuat 4 Fitur VPN yaitu PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. dan pada artikel kali ini saya akan memanfaat PPTP Server MikroTik dengan menggunakan Android sebagai client.

Minggu, 26 April 2020

Terbaru dari Ubuntu 20.04 [Focal Fossa]

Terbaru dari Ubuntu 20.04 [Focal Fossa]


Pada tanggal 23 April lalu, Canonical sebagai publisher Ubuntu mengeluarkan versi terbarunya yaitu 20.04 dengan Code Name Focal Fossa. “Accelerating open source globally is our mission. Ubuntu 20.04 LTS is the new state of the art open source platform for the enterprise and the entrepreneur,” Sesuai yang dikatakan Shuttlewort, CEO of Canonical. “We bring together thousands of contributors and the world’s largest technology companies to make Ubuntu 20.04 LTS the standard reference platform for secure cloud and edge compute.

Yang dimana, Ubuntu versi 20.04 ini dibuat untuk standar platform Cloud dan Compute. Minin jadi penasaran dengan ubuntu versi terbaru ini karna dikabarkan menggunakan Linux Kernel terbaru 5.4

Minggu, 12 April 2020

Custom DDNS Mikrotik dengan Domain Sendiri

Custom DDNS Mikrotik dengan Domain Sendiri


MikroTik menyediakan layanan DNS gratis pada Fitur IP Cloud mereka, tetapi DNS tersebut digenerate berdasarkan Serial Number pada RouterBoard, yang menjadi [SN].mynetname.net. hal ini akan menjadi susah untuk di ingat ketika ingin mengakses MikroTik kita.

Namun pada artikel kali ini kita akan memanfaatkan DDNS pada provider penyedia domain, untuk mengredirect DDNS MikroTik ke Subdomain kita.

Minggu, 05 April 2020

Tips IP Cloud MikroTik bagi User IndiHome

Tips IP Cloud MikroTik bagi User IndiHome



Apakah kalian pernah mendengarkan kata IP Cloud? atau sudah pernah menggunakan sebelumnya? IP Cloud merupakan fitur pada MikroTik memberi yang DDNS secara gratis, dan pada artikel kali ini, mimin akan membahas tentang penggunaan IP Cloud MikroTik dengan provider IndiHome.

Pada dasarnya ketika kita tidak menggunakan ip cloud, maka ip publik indihome tersebut akan tersyncron pada router, dengan kata lain ketika kita mengakses ip publik kita sendiri secara otomatis akan masuk pada halaman login router atau bisa dibilang juga ip publik diambil ahli oleh router adminnya. Lalu bagaimana caranya agar RouterBoard dapat mengambil ahli ip publik tersebut?

Rabu, 04 Maret 2020

Migrasi dengan RADIUS pada MikroTik

Migrasi dengan RADIUS pada MikroTik



RADIUS merupakan protokol jaringan untuk management AAA (Authentication, Authorization, dan Accounting) secara terpusat. Kepanjangan dari RADIUS ialah Remote Authentication Dial In User Service.

RADIUS sendiri juga terdapat di MikoTik sebagai RADIUS Server dengan nama User Manager. User Manager membantu kita dalam me-manajemen client yang terkoneksi ke Hotspot Server nantinya.

Tutorial Setting RADIUS Server pada MikroTik



Diatas merupakan contoh Topologi yang akan kita gunakan


Sebelumnya harus sudah meng-install package User Manager pada RouterBoard kalian,
Check pada System -> Packages, jika belum silahkan Download pada website resmi MikroTik

Jangan salah salah ketika download Package, pastikan sudah sesuai dengan type RB yang kalian punya


Jika package sudah terinstall, masuk pada IP -> Hotspot pada Tab Server Profiles, pilih profile hotspot yang digunakan kemudian pada Tab RADIUS, centang Use RADIUS


Lalu masuk ke RADIUS tambahkan RADIUS sesuai dengan konfigurasi dibawah, untuk Address kita gunakan IP Localhost 127.0.0.1 dan isikan Secret yang merupakan password Authentication pada User Manager nantinya


Kemudian masuk ke userman Mikrotik pada browser iprouter/userman Login dengan user admin dengan password dikosongkan
192.168.x.x/userman


Setelah itu pada pada Tab Routers, pilih Add -> New


Isi nama untuk identitas Terserah, pada bagian IP Address dan Secret sesuaikan dengan RADIUS Server sebelumnya.


Kemudian pada tab Profiles -> Limitation pilih Add -> New dan tambahkan Limitation untuk client. contoh diatas kita memberi Kuota sebanyak 750MB dengan durasi Uptime selama 1 Minggu.
User Manager menggunakan Time Constants

w - week = (7 hari / 1 minggu)
d - day = (24 jam)
h - hour = (60 menit)
m - minute = (60 detik)
s - second

Contoh:
2w2d - 16 hari = (2 minggu dan 2 hari).
30d - 30 hari = 4w2d
3h = 3 jam


Kemudian, pada bagian Profiles klik Logo (+)
Pada Name of User isi terserah, contoh: 1G+1d. Lalu klik Add new limitation dan pilih Limits yang kita buat sebelumnya.


Setelah itu, kita buat user hospot dengan cara masuk pada Tab User pilih Add -> One
masukkan username dan password hotspot, pada Assign profile pilih profile yang kita buat tadi.


Sekarang kita test login pada Hotspot MikroTik.


Jika berhasil login, tandanya berhasil.


Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat. Peace xD

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notifikasi
#Stay_Safe yaa :)
Done